Memasuki bulan ketiga di tahun 2019 ini, begitu banyaknya kegiatan Rugby yang meramaikan hari-hari kita, sehingga sepatutnya dirangkumkan dalam sebuah montase agar para insan Rugby Indonesia dapat mengetahuinya.

Melanjutkan kompetisi Rugby XVs yang diselenggarakan oleh PB PRUI di Jakarta, setelah empat putaran, Jakarta Komodo saat ini memimpin tangga klasemen dengan 16 poin yang didapat dari tiga kemenangan dari empat pertandingan. Pada putaran ke-4 yang diselenggarakan pada tanggal 9 Maret yang lalu, Komodo membalas kekalahan mereka di tangan Jakarta Banteng pada putaran pertama dengan skor 34-46. Jakarta Banteng kini berada di urutan kedua dan Rugby UNJ serta JJRG di urutan selaantjutnya.

Di Divisi kedua, Nusantara Bogor bermain dengan lebih semangat untuk mencetak 10 angka pertamanya di kompetisi tahun ini. Sayang sekali, usaha mereka belum cukup sehingga harus menelan kekalahan kedua di tangan Banten Rajawali dengan skor akhir 10-36.

Sementara itu di Bali, pada tanggal 2 Maret telah diselenggarakan Turnamen Rugby Antar-Pelajar dalam rangka Pekan Olahraga Pelajar se-kabupaten Tabanan yang diikuti baik tim putra maupun putri di tingkat SMP dan SMA.

Rencana turnamen berikutnya akan berlangsung juga di Tabanan pada pertengahan April mendatang, dengan diselenggarakannya Tabanan 7s yang merupakan bagian dari sirkuit Rugby 7s yang akan terus berlangsung di Bali hingga bulan Juli nanti.

Hasil kerjasama berbagai sukarelawan Rugby di seluruh daerah, disertai dengan kunjungan RKU Rugby dari Jepang yang datang sebagai bagian kerjasama antar PRUI dan JICA, telah menyelenggarakan GIR di berbagai sekolah di Samarinda, Jambi, Surabaya, Bojonegoro, Bali, Sumedang, Banten dan Jakarta dengan total peserta sebanyak 4,199 orang terdiri dari 2,170 peserta putra dan 2,029 peserta putri.

Di sisi pelatihan dan pendidikan, PRUI juga melaksanakan pelatihan pelatih Rugby XVs baik untuk Level 1 dan Level 2 selama tiga hari mulai dari tanggal 9 hingga 11 Maret yang diikuti 11 peserta dari berbagai provinsi di Indonesia. Selain itu, Indonesia juga turut mengirimkan Jess Djamhoer untuk mengikuti pelatihan “World Rugby Medic Educator” di Singapura sehingga kini Indonesia memiliki dua Pendidik Pelatih yang dengan kualifikasi langsung dari World Rugby.

Semoga montase kegiatan Rugby di bulan Maret ini menjadi bagian dari pertumbuhan Rugby di Indonesia yang semakin dahsyat di masa yang akan datang.