Berlangsungnya kejuaraan Six Nations di Belahan Bumi Utara dan dengan akan berlangsungnya Super Rugby beberapa pekan lagi di Belahan Bumi Selatan, Rugby XVs di Indonesia untuk 2018 dimulai akhir pekan yang baru lalu dengan diselenggarakannya Jakarta Rugby XVs Series di The Lodge at Jagorawi Rugby.

Juara tahun lalu Jakarta Komodo Rugby Club bertarung melawan Juara II tahun lalu UNJ Rugby Club pada pertandingan pertama untuk musim ini, dimana Komodo membawa “amunisi” segar pemain baru di forwards dan backs sementara UNJ tengah “kehilangan” tujuh pemain regular mereka yang sementara mengikuti Pelatnas Rugby 7s di Yogyakarta. Scrumhalf Komodo, Gayan, mencetak try pertama pada menit ke-tiga diikuti Komodo nomor punggung 12 Dominic Wong dua menit kemudian dengan try pertama dari hat-trick nya di pertandingan ini.

Tendangan tumpul dari rekrut Komodo terbaru Justin Field tidak dapat memaksimalkan angka perolehan Komodo dimana mereka hanya mendapatkan empat conversion dari 10 try yang dicetak. Meskipun demikian, Justin menebus kegagalannya dengan mencetak dua try untuk Club barunya. UNJ mencetak angka pertama mereka pada menit ke-60 melalui tendangan penalti dari David Afriansyah disusul kemudian dengan try dari prop Moh. Yusuf di menit ke-68 melalui perjuangan intens menembus pertahanan ketat Komodo.

Walaupun mayoritas scrum dimenangkan oleh tim muda UNJ, mereka terlihat lambat di backs dimana bola yang basah menyulitkan dimainkannya bola-bola cepat kesukaan UNJ. Pengalaman tanding dan semangat Komodo pada akhirnya mengantarkan mereka memenangkan pertandingan dengan skor akhir 53-8.

Dua rival lama JJRG dan Banteng bertanding pada game kedua dimana cuaca mulai mempermainkan kedua tim dengan berubah-ubah dari hujan deras ke panas terik dan hujan deras kembali selama pertandingan.

JJRG mencetak angka pertama pada menit ke-6 melalui permainan ruck dan maul, dengan perlahan tapi pasti mendorong mundur pertahanan Banteng beberapa meter sekali hingga akhirnya mencetak try. Kondisi lapangan yang basah menyebabkan tidak satupun diantara kedua tim dapat mendominasi scrums yang terjadi, sehingga sepertinya pertandingan akan dikuasai tim yang berani mengambil resiko terbesar. JJRG dengan pengalaman lebihnya serta kemampuan untuk mempertahankan bola pada awalnya terlihat seperti akan dapat mengatasi Banteng pada mayoritas babak pertama. Meski demikian, beberapa break ketika mereka dapat terus memegang bola mengantarkan Banteng memimpin saat
peluit paruh waktu ditiup, 12-17. Banteng mencetak dua try lagi pada 20 menit babak kedua namun taktik Rugby klasik menendang untuk menguasai teritori serta melalui permainan maul, JJRG akhirnya dapt mencetak try terakhirnya di pertandingan ini.

Sebuah runaway try dari Scott Atkinson yang merupakan try ke-2 nya pada pertandingan serta tabrakan gagah berani dari Nate dan Leo menyumbangkan tiga try tambahan untuk Banteng yang akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan 17-48. Acungan jempol bagi Taka Hattori, sukarelawan dari JICA yang sedang turut membantu mengembangkan Rugby di Indonesia yang dengan baik menjadi wasit lapangan di kedua pertandingan. Babak berikut Jakarta Rugby XVs Series akan dilangsungkan pada hari Sabtu 24 Februari dimana UNJ akan bertanding melawan Banteng dan Komodo akan melawan JJRG.

Foto oleh: Tika Prastika