Via: rri.co.id

KBRN, Denpasar: Pengurus Propinsi (Pengprov) Persatuan Rugby Union Indonesia (Prui) Bali mulai mempersiapkan tim tangguh untuk diturunkan dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Rugby 7s U-21 2018 di Daerah Istimewa Yogyakarta 29-30 September mendatang.

Ketua Umum Pengprov Prui Bali Nur Faizah kepada RRI di Denpasar Minggu, (22/7/18) mengatakan untuk membentuk tim tangguh Prui Bali melaksanakan seleksi selama 2 hari di GOR Debes Tabanan.

“Seleksi diikuti 22 atlet yang sudah dipilih. Mereka itu merupakan pemain terbaik yang diambil dari sirkuit Rugby 7s pada 4 kabupaten yakni Tabanan, Buleleng, Gianyar dan Badung,” tuturnya.

Nur Faizah mengatakan dari 22 atlet tersebut saat ini sudah diciutkan menjadi 16 orang, kemudian tahap seleksi selanjutnya diciutkan menjadi 14 atlet dan pada seleksi terakhir yang digelar pertengahan Agustus, akan dipilih 12 atlet yang masuk tim inti dan diturunkan pada Kejurnas di Yogyakarta. Di singgung soal tim putri, menurut Nur Faizah dari peta kekuatan saat ini kecil kemungkinan Bali mampu mengirim tim rugby putri karena sebagian besar atlet belum siap lantaran terganjal batasan usia.

“Untuk yang wanita kita Bali masih melihat perkembangan. Karena ini U-21 kita kekurangan pemain. Pemain rugby wanita kita usianya masih muda-muda atau lebih dari 21 tahun. Jadi kita masih 50:50 dalam hal ini. Kemungkinan untuk tim wanita kita akan ikutkan kompetisi Internasionalnya saja,” ungkapnya.

Berbicara target Ketum Prui Bali itu membidik posisi 3 besar, dan target utama adalah medali emas. Namun untuk saingan berat, Bali harus mewaspadai DKI Jakarta dan Yogyakarta. Selain memburu posisi 3 besar, lanjut Nur Faizah Prui Bali optimis akan ditunjuk PB Prui untuk menjadi tuan rumah Kejurnas Rugby 7s- Open Men and Women di Bulan Desember 2018 yang akan diikuti seluruh Pengprov Prui di Indonesia dan juga klub-klub Rugby di Tanah Air.

Nur Faizah menambahkan selain optimis menjadi tuan rumah, Prui Bali saat ini juga gencar melaksanakan pembinaan atlet.

“Kiat-kiat pembinaan kita saat ini diantaranya sosialisasi Rugby dengan program GIR (Get Into Rugby)di sekolah-sekolah, membentuk pengcab rugby di Denpasar, Karangasem, Klungkung dan Jembrana, kemudian menjaring pemain-pemain baru melalui program GIR tesebut dan juga akan mengikuti kompetisi Internasional September mendatang untuk U12 – U16,” imbuhnya.(NPN/AA)