Untuk banyak sekali perempuan Indonesia, olahraga bukan merupakan prioritas.

Seringkali, perpaduan dari sikap bias gender, kesulitan ekonomi dan budaya maskulin mengarahkan pemikiran perempuan (dan juga laki-laki!) untuk beranggapan bahwa olarhraga baik untuk dilakukan di sekolah namun ketika usia bertambah, perempuan harus menempatkan diri sebagai kaum yang lemah.

Heran juga bahwa pemikiran seperti ini masih terdapat diantara kita, sementara Indonesia telah melahirkan begitu banyak pahalawan wanita seperti Tjut Nyak Dien, Martha Christina Tiahalu, Walanda Maramis, Dewi Sartika dan Malahayati. Indonesia juga diberkati dengan kehadiran begitu banyak panutan perempuan modern seperti Menteri Susi Pujiastuti dan pemenang medali emas Olimpiade Susy Susanti serta bintang tenis lapangan tahun 90-an yang kini menjadi anggota terhormat DPR, Yayuk Basuki.

Sebenarnya, banyak sekali penelitian yang menunjukkan bahwa perempuan di negara berkembang seringkali menjadi tulang punggung keluarga dimana mereka mengelola uang terbatas di dalam rumah tangga, mengurus anak-anak dan terkadang juga bekerja tambahan untuk menambah pemasukan. Perempuan Indonesia sebenarnya jauh dari citra lemah!

Jadi, apa yang terjadi terhadap perempuan ketika mereka mulai bermain Rugby di Indonesia? Keajaiban!

Melalui komitmen PRUI untuk mengembangkan Rugby bagi semua, Rugby Perempuan telah berkembang pesat selama tujuh tahun terakhir.

Ketika Timnas Putri Rugby Sevens yang dijuluki Cendrawasih pertama kali berpartisipasi pada turnamen Internasional Singapore Cricket Club di tahun 2010, kurang dari 50 perempuan bermain Rugby di Indonesia. Sejak itu, jumlah pemain perempuan telah mencapai ribuan orang terutama sejak diselenggrakannya program Get Into Rugby secara nasiona.

Rugby Sevens Perempuan telah dipertandingkan di tingkat senior selama lima tahun belakangan ini, dipelopori oleh para pemain muda usia dari Panti Asuhan Mama Sayang yang bermain untuk Jakarta Komodo Rugby Club. Kini, seluruh klub Rugby di Jakarta telah memiliki tim putri!

Rugby di propinsi Papua juga gencar mengembangkan Rugby Perempuan dimana mereka menyabet medali emas pada PON tahun lalu. Bali, Jabar, Yogyakarta, Jateng, Banten dan Jatim juga sangat aktif mengembangkan Rugby Perempuan di Pengprov masing-masing.

Saat Kejurnas Rugby Sevens dilangsungkan pada bulan Oktober yang lalu, tujuh propinsi mengikutsertakan team Rugby Perempuan mereka. Saat itu, Team Putri Jakarta secara tipis menang atas Papua untuk menjadi Juara Nasional sekaligus membalas kekalahan mereka pada PON 2016.

Sekali lagi, Rugby menunjukkan bahwa olahraga kami adalah untuk semua dan itu merupakan praktek nyata nilai-nilai Rugby itu sendiri.

Melalui olahraga Rugby, citra perempuan Indonesia yang lemah pelan-pelan berubah. Dulu mungkin waktunya bagi perempuan Indonesia untuk berdiam diri namun kini saatnya untuk berlari!

Artikel oleh: Tito Vau