Sosialisasi Rugby Bagi Guru Pendidikan Jasmani Gunungkidul Bersama Rugby UNY

Rugby UNY kembali melaksanakan sosialisasi Rugby di Gunungkidul pada hari Sabtu, 24 Maret 2018 di SDN Sendowo 1 Gunungkidul. Namun berbeda dari biasanya, kali ini sosialisasi diberikan kepada para Guru Pendidikan Jasmani Sekolah Dasar di Gunungkidul. Agenda ini sendiri merupakan lanjutan dari agenda satu bulan sebelumnya, yaitu Seminar Rugby Ready dan Get Into Rugby (GIR) bersama dengan tim Rugby Ryutsu Keizai University (RKU).

Dalam agenda kali ini para peserta diberikan materi tentang permainan Touch Rugby. Jika dalam pertemuan pertama dulu hanya diberikan materi sekilas, maka dalam pertemuan kali ini para peserta diajak untuk mengetahui permainan Touch Rugby secara lebih mendalam, terutama terkait dengan peraturan permainan.

Dalam agenda ini, para peserta sejumlah 29 orang dibagi menjadi beberapa kelompok dan masing-masing kelompok didampingi oleh beberapa anggota Rugby UNY. Dalam setiap kelompok peserta mendapatkan penjelasan terkait beberapa teknik dalam permainan Touch Rugby, seperti teknik mengoper, cara menyerang, cara bertahan maupun cara mencetak angka.

Setelah para perserta dirasa cukup memahami beberapa teknik yang diajarkan, para peserta kemudian diajak berdiskusi tentang peraturan dalam permainan Touch Rugby. Sesi diskusi ini berjalan cukup menarik karena antusiasme dan rasa ingin tahu dari para peserta yang cukup tinggi.

Agenda kemudian dilanjutkan dengan melakukan simulasi permainan Touch Rugby. Semua peserta diberikan kesempatan untuk bermain. Beberapa anggota Rugby UNY yang ikut mendampingi juga selalu aktif menjelaskan kepada para peserta yang masih merasa bingung dengan permainan.

Di akhir agenda dilakukan foto bersama sekaligus penyerahan bola untuk semua peserta sejumlah 29 orang guru. Harapannya dengan diberikannya bola bisa lebih mempermudah para guru untuk mengenalkan Rugby di sekolah maupun wilayah masing-masing.

Salah seorang peserta, Bapak Huda berharap agar secepatnya diadakan turnamen Rugby di Gunungkidul, sehingga bisa memotivasi para guru yang ada untuk menyiapkan siswanya dalam mengikuti turnamen tersebut.